Jumat, 6 Juli 2010, listrik Bandara Internasional Soekarno-Hatta padam dua jam lebih. Dari pukul 03.40 WIB dan baru kembali menyala pukul 06.02 WIB. Layanan check in penumpang terganggu dan normal kembali setelah listrik menyala.
Demikian diungkapkan Ruby, petugas office in charge Bandara Soekarno-Hatta, saat dihubungi kepada VIVAnews.com via telepon.
Ruby menjelaskan kendati listrik padam selama beberapa jam, semua peralatan vital bandara, seperti radar, tower, dan sistem online lainnya, tetap aman. Sebab, kata Ruby, pasokan listrik langsung disuplai dengan genset.
Mengenai penyebab listrik padam, kata Ruby, saat ini sedang diselidiki tim gabungan dari bandara dan PT Perusahaan Listrik Negara. Mereka menyelidiki apakah permasalahan listrik ini terjadi karena pasokan dari PLN terganggu atau karena jaringan internal bandara yang terganggu.
Sumber: VIVAnews
Jumat, 06 Agustus 2010
Kamis, 05 Agustus 2010
Video Gadis Bule Lipsync Keong Racun
Demam lipsync Jojo dan Sinta Keong Racun tidak hanya melanda orang Indonesia. Dua gadis cantik dari Eropa juga ikut-ikutan lipsync lagu Keong Racun itu. Video lipsync versi baru itu beredar di Youtube.
Video ini diposting di Youtube pada 3 Agustus 2010. Karena masih baru, jadi baru dilihat selama 73 kali, pada pukul 13.00 WIB, Rabu, 4 Agustus 2010.
Gaya kedua gadis inipun terlihat unik. Meski saat melakukan lipsync tidak pas dengan lagunya, tapi gaya mereka tak kalah menarik dengan Jojo dan Sinta.
Sayangnya di situs Youtube ini tidak tertulis nama kedua gadis ini. Tapi dari lokasi pembuatan video, terlihat seperti diambil dari sebuah ruangan rumah.
Tapi dari dua gadis ini, hanya seorang yang tampak rajin berjoget dan melakukan lipsync. Dilihat dari postur tubuhnya kedua gadis ini berbeda umur. Gadis yang berambut pirang, berumur sekitar 4-6 tahun, sedangkan yang berbaju coklat usianya sekitar 12-14 tahun.
Mampukah mereka menyaingi Sinta dan Jojo yang telah videonya telah menembus angka 1 juta view lebih. Kita tunggu saja!
sumber : VIVAnews
Penampakan 'Mata Banteng' di Planet Mars
Sebuah penampakan 'mata banteng' di Planet Marsdikirim ke Bumi dari kamera berteknologi tinggi milik Badan Antariksa AS, NASA yang mengorbit di planet merah itu.
Foto kawah yang tak biasa ini diambil oleh kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) yang dipasang pada satelit Mars Reconnaissance Orbiter.
Foto ini dirilis NASA baru-baru ini. Meski sebenarnya Mars Reconnaissance Orbiter memotret kawah unik itu pada 9 Juli 2010 lalu. Lokasinya di 46,6 derajat lintang dan 194,9 derajat Bujur Timur pada permukaan Mars.
Kini tugas para ilmuwan untuk mengungkap apa sebenarnya yang menyebabkan adanya tonjolan di pusat kawah Mars.
Apakah itu merupakan produk lapisan bawah permukaan Mars atau tercipta akibat dampak tubrukan.
"Tubrukan di lapisan Mars bisa diakibatkan material kuat atau lemah, misalnya kaya es dengan tidak non-kaya-es, menghasilkan terasering seperti yang terlihat antara lubang bagian dalam dan bagian luar," tulis Sarah Milkovich, anggota tim sains HiRISE di University of Arizona, seperti dimuat Space.
Sebelumnya, para ilmuwan telah memeriksa kawah bertingkat untuk memperkirakan ketebalan lava yang mengalir di Bulan dan di beberapa tempat lain.
"Sublimasi yang merata dan erosi periglacial bahan es yang kaya terbuka di bagian dalam kawah dapat menjelaskan mengapa tonjolan itu relatif sedikit melenceng, tidak tepat di tengah, dari teras dan tepi kawah yang lebih besar," tulis Milkovich. Tonjolan di tengah kawah 'mata banteng' juga bisa dijelaskan dengan teori bahwa itu adalah dampak tubrukan.
Sebelumnya, HiRISE mengungkap penampakan wajah Mars yang diambil satelit Viking 1 milik Amerika Serikat pada 25 Juli 1976. Penampakan itu memicu ribuan teori konspirasi.
HiRISE menunjukkan wajah manusia di Mars adalah bukit batu besar di tengah gurun pasir.
Gambar yang dihasilkan HiRISE adalah foto terdekat dari obyek fenomenal itu. HiRISE mengambil gambar tersebut dari satelit Reconnaissance yang mengorbit 300 kilometer di atas Mars -- jauh lebih dekat dari posisi tahun 1976, 1.873 kilometer.
Sumber: VIVAnews
Rabu, 04 Agustus 2010
Efek Badai Matahari Bagi Bumi
Ancaman 'tsunami matahari' yang sempat ramai diberitakan terhadap bumi nihil. Tidak ada tsunami atau badai matahari pada Selasa, 3 Agustus 2010.
Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, kalaupun terjadi tsunami matahari, tidak akan berdampak buruk terhadap bumi. Tsunami matahari hanya berdampak di sekitar titik ledakan.
Yang memungkinkan memberi dampak pada bumi adalah badai matahari. Itupun jika lontaran massa matahari beskala besardan mengarah ke bumi.
Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.
Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan memengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.
Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.
Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.
Ancaman badai matahari yang berpotensi menghantam bumi pada 2012 inilah yang sempat menguatkan mitos mengenai akhir dunia atau kiamat pada 2010. Sebuah mitos yang tak cukup bukti ilmiah untuk dipercaya. (umi)
Sumber : VIVAnews
Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, kalaupun terjadi tsunami matahari, tidak akan berdampak buruk terhadap bumi. Tsunami matahari hanya berdampak di sekitar titik ledakan.
Yang memungkinkan memberi dampak pada bumi adalah badai matahari. Itupun jika lontaran massa matahari beskala besardan mengarah ke bumi.
Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.
Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan memengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.
Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.
Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.
Ancaman badai matahari yang berpotensi menghantam bumi pada 2012 inilah yang sempat menguatkan mitos mengenai akhir dunia atau kiamat pada 2010. Sebuah mitos yang tak cukup bukti ilmiah untuk dipercaya. (umi)
Sumber : VIVAnews
Selasa, 03 Agustus 2010
Lima Situs Lagi Masuk Daftar Warisan Dunia
![]() |
Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) memasukkan lima situs sebagai Warisan Budaya Dunia. Salah satunya Benteng Thang Long-Hanoi di Vietnam.
Benteng ini dibangun di abad 11 saat Dinasti Viet. Benteng itu masuk nomor 900 dalam daftar Warisan Budaya Dunia. Ditambah dengan empat lainnya, daftar Warisan Budaya Dunia kini menjadi 904.
Situs lainnya adalah monumen bersejarah Dengfeng di China, situs arkeolog Sarazm di Tajikistan, kota Episcopal Albi di Prancis dan kanal ring Amsterdam.
Sabtu lalu, UNESCO telah memasukkan sembilan situs dalam daftar tersebut, termasuk Bikini Atoll di kepulauan Marshall, lokasi uji coba nuklir tahun 1940-an dan 1950-an. UNESCO menilai uji coba ini memiliki konsekuensi besar pada geologi dan lingkungan dan menjadi simbol kebangkitan era nuklir.
Situs lain yang yang masuk list ini adalah Distrik Turaif di Saudi Arabia, situs observasi astronomi Jantar Mantar di India, Kuil di Ardabil, Iran, desa bersejarah Hahoe dan Yangdong di Korea Selatan. (AP)
Sumber : VIVAnews
Senin, 02 Agustus 2010
Kehidupan Mars, Cari Buktinya di Nili Fossae
Pencarian kehidupan lain di luar angkasa kini mengarah ke dua tempat. Pertama, Titan. Satelit Saturnus itu memiliki danau metana dan etana, serta Enceladus, dengan uap-uap air -- kondisinya seperti tempat yang bisa ditinggali sebuah kehidupan.
Fokus kedua mengarah ke Mars, yang terdekat dengan Bumi. Sebab, planet merah itu memiliki deposit sulfat. Di Bumi, sulfat adalah lokasi penyimpanan organisme kuno.
Besar kemungkinan, sulfat di Mars juga menyimpan rekam jejak kehidupan, sama halnya di Bumi.
Seperti dimuat situs Christian Science Monitor (CSM), di Mars terdapat lokasi yang yang kaya mineral yang disebut Nili Fossae.
Ini diduga adalah lokasi utama pencarian jejak-jejak kehidupan purba di Mars yang mungkin ada sekitar 4 juta miliar tahun yang lalu.
Dalam telaahnya, para ilmuwan menggunakan instrumen dari satelit NASA, Mars Reconnaissance Orbiter untuk mempelajari batuan lempung karbonat yang ada di permukaan Mars. Lapisan itu diduga kuat merupakan peninggalan era kuno Mars yang disebut juga Periode Noachian.
Para ilmuwan tak menyimpulkan bahwa Nili Fossae adalah bukti aktual keberadaan mahluk hidup di Mars. Baru sekedar kemungkinan.
"Kami berpendapat, aktivitas hidrotermal di Nili Fossae menyediakan energi untuk aktivitas biologis di Mars di masa-masa awal," kata ilmuwan pencari mahluk ekstraterresterial Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI), Adrian Brown.
Tamuan ini akan dijelaskan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters.
Brown dan koleganya mempelajari pembentukan hidrotermal batuan tanah liat-karbonat di daerah Nili Fossae di Mars.
Hasil penelitian mereka menunjukkan ada kesamaan antara formasi batuan karbonat di Nili Fosae dengan jejak kehidupan dan biologis awal di Bumi, khususnya di wilayah Australia Barat.
Kondisi Nili Fossae mirip daerah East Pilbara di Australia Barat -- yang menyimpan bukti keberadaan kehidupan di masa awal Bumi.
"Dalam artikel itu, kami membahas potensi Archean vulkanik di daerah Pilbara Timur Barat Australia sebagai analog untuk Noachian Nili fossae di Mars," kata Brown.
"Mereka mengindikasikan adanya biomarker -- atau bukti dari keberadaan organisme hidup."
Nili Fossae adalah salah satu dari tujuh calon lokasi pendaratan pesawat tak berawak NASA, Mars Science Laboratory, dalam misi berikut.
Sumber : VIVAnews
Minggu, 01 Agustus 2010
Antara 'Keong Racun' dan Justin Bieber
Sinta Nuriansyah dan Jovita Adityasari iseng bergaya sambil lipsync lagu dangdut 'Keong Racun' di depan webcam sebuah laptop. Dua remaja yang sama-sama berusia 19 tahun itu sekadar ingin bergaya, memamerkan video itu kepada teman-teman mereka di Facebook.
Mereka pun mengunggah video berdurasi 5 menit 14 detik itu ke Youtube pada 23 Juni 2010, seperti ribuan orang lainnya. Niat mereka hanya narsis semata, tak lebih tak kurang.
Tapi yang datang kemudian adalah roket popularitas yang lalu melontarkan nama mereka ke seantero jagat.
Video kocak itu 'meracuni' ratusan ribu pengunjung Youtube untuk menontonnya. Sebagian mengunduh dan menyebarnya ke Kaskus, Facebook, dan Twitter. Impaknya luar biasa.
'Keong Racun' menduduki puncak trending topic di Twitter, mengalahkan perbincangan soal film Inception dan rencana pengunduran diri bos perusahaan minyak British Petroleoum, Tony Hayward.
Kegemparan ini membuat Jojo sempat syok. Alih-alih kegirangan, mojang Bandung itu takut mendapat masalah. Ia sempat menghapus video itu dari akunnya di Youtube dan Facebook. Tapi percuma. Video terlanjur menyebar. Pemberitaan media massa membuat video mereka semakin diburu.
"Setelah tahu banyak yang upload, saya kaget dan khawatir. Khawatir kalau ada yang menganggap hanya cari sensasi atau apalah, padahal asli ini hanya iseng dan tidak ada maksud apapun. Kami takut videonya disalahgunakan. Makanya kami hapus video asli tersebut. Eh, taunya muncul lagi," kata Jojo kepada VIVAnews.com.
Dalam sekejap, Sinta dan Jojo mencelat sebagai selebriti. Bukan hanya menjadi incaran wartawan, mereka juga dilirik Charlie ST12 yang telah membeli hak cipta lagu karya Subur Tahroni itu. Bahkan beberapa perusahaan rekaman sudah menawari kontrak. (Baca: Asal Usul ‘Keong Racun’ dan Charlie ST12 Lirik Shinta-Jojo 'Keong Racun')
Dan benar kata nenek, rezeki kalau sudah datang sulit ditolak.
Jojo dihadiahi beasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan, tempat ia kuliah. Dia dianggap kreatif dan memberi citra positif bagi kampus. Gara-gara 'Keong Racun,' mahasiswi semester V Jurusan Hubungan Internasional itu bahkan bakal dijadikan ikon universitasnya.
Gara-gara Youtube
Sinta-Jojo bukanlah fenomena baru. Di Filipina, kakak beradik James Ronald dan Rodfil juga melakukan hal sama. Duo Moymoy Palaboy itu mengunggah sejumlah video berisi aksi mereka lipsync lagu-lagu populer. Aksi itu lalu memikat jutaan orang dan mengantarkan keduanya ke panggung profesional sebagai superstar.
Contoh paling fenomenal adalah kisah Justin Bieber. Penyanyi 16 tahun yang tengah digandrungi remaja dunia ini juga mengawali sukses dengan bernarsis ria di Youtube. Aksinya di dunia maya lantas memikat seorang manajer musik bernama Scooter Braun yang kemudian memperkenalkannya kepada Usher. Dari perkenalan itu, Bieber meraih kontrak rekaman dengan Island Records dan melejit menjadi bintang dunia.
Apakah Sinta dan Jojo akan seberuntung itu? Bisa jadi. Tawaran untuk memasuki dunia rekaman profesional sudah di depan mata mereka. (kd)
Sumber : VIVAnews
Langganan:
Postingan (Atom)







