Sriwijaya FC akan bertemu Arema Indonesia di Final Piala Indonesia, Minggu, 1 Agustus 2010. Dalam laga ini, kedua sama-sama berpeluang mengukir sejarah baru di pentas sepakbola nasional.
SFC dan Arema sama-sama telah mengantongi dua gelar juara Piala Indonesia.
Laskar Wong Kito menggondolnya pada 2007 dan 2008/2009. Sedangkan Singo Edan meraih sukses yang sama pada musim 2005 dan 2006.
Dengan demikian, siapapun pemenang dalam duel yang digelar di Stadion Manahan, Solo, ini akan menjadi tim pertama yang berhasil mengoleksi tiga gelar Piala Indonesia sejak pertama kali digulirkan 2005 lalu.
“Pertandingan final ini merupakan laga yang berbeda dibandingkan pertandingan final sebelumnya. Pasalnya, tim yang saya asuh dan tim lawan punya rekor sama, yakni dua kali juara," kata Rahmad Darmawan, pelatih SFC.
"Pastinya, kedua tim ini ingin bisa mencatat sejarah sebagai tim pertama yang meraih tiga kali juara,” tambahnya.
Rahmad merupakan pelatih yang sukses membawa dua gelar Piala Indonesia ke Sumatera Selatan. Satu gelar lainnya, yakni juara Divisi Utama 2007 juga berhasil dipersembahkannya kepada publik Laskar Wong Kito.
Namun Rahmad dipastikan tak lagi menukangi SFC musim depan. Pasalnya, manajamen Laskar Wong Kito memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak pelatih kelahiran Metro, Lampung tersebut.
Rahmad mengaku ingin mengakhiri kiprahnya bersama SFC dengan happy ending. Caranya, dengan memenangkan duel awan Arema sekaligus mempersembahkan gelar terakhirnya bagi publik Sumatera Selatan.
Namun untuk mewujudkannya tentu bukan hal mudah. Pasalnya, tim lawan juga punya motivasi yang tak kalah besarnya. Singo Edan ingin mengawinkan gelar juara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 dengan Piala Indonesia 2010.
Laporan : Fajar Sodiq/Solo
•Sumber : VIVAnews
Sabtu, 31 Juli 2010
PUISI KEREN ;)
TANPA SEUTAS CAHAYA
menjadi aku bukanlah sebuah kata yg mudah.
adakalanya terhunus dalam sirnanya cinta.
adakalanya terbuang dalam cahaya gelap kehidupan.
menebah jalan hidup tak semudah yg kuimpikan.
saat aku bertanya kemana cinta,
terjawab sebuah keresahan tak ternilai.
dan ketika aku merangkak, mengintip celah kegelapan
tubuhku serasa gelap, hatiku pula.
aku tak inginkan menyiduk masalah.
namun mengapa ekorku seakan membawanya kemari?
ingin kutarik kedua ujung bibir ini tersenyum,
tapi apa? aku terpaksa.
aku arjuna yang memanah demi hati sang srikandi
namun, sekedar hatipun tak dapat...
terus pergi ia, membiarkan aku keropos oleh waktu...
dan peran berganti,
aku bukan nabi, memang aku bukan nabi,
aku hanya pengikutnya,
dan kini aku selingkuh dalam selimut api
menikmati kegelisahan yg merasuk.
padahal sukma teriris tua,
tapi tak ingat lelap,
aku butuhkan cahaya,
jiwaku hanya lilin tanpa seutas cahaya...
aku butuh senyuman sang pujaan
tawanya, juga kasihnya....
aku juga ingin kembali ke jalan itu,
dan tertekuk kembali pada putih,
bersujud, menangis dalam doa...
kurindukan mata yang menghapus mata api...
Allah, bantu aku meraihnya,
Kau satu namun Kau segalanya..
Langganan:
Komentar (Atom)

